Contardo
dilahirkan pada tahun 1859. Ayahnya seorang guru matematika dan fisika.
Ayahnya ini sejak dini telah menanamkan pada putera kecilnya kecintaan
untuk belajar. Sebagai seorang pemuda, Contardo fasih berbicara dalam
banyak bahasa asing di samping bahasa ibunya, bahasa Italia. Ia amat
cemerlang di setiap sekolah dan universitas tempat ia belajar.
Kecintaannya untuk belajar dan kecintaannya pada iman Katoliknya membuat
teman-teman menjulukinya “St Aloysius” mereka. (St Aloysius Gonzaga
adalah seorang santo muda Yesuit yang dikenal karena kebajikan dan
kemurahan hatinya.) Contardo-lah yang pertama-tama memulai
kelompok-kelompok bagi teman-teman mahasiswa guna membantu mereka
menjadi seorang Kristiani yang saleh.
Ketika
usianya duapuluh satu tahun, kepadanya ditawarkan kesempatan untuk
melanjutkan studi di Universitas Berlin di Jerman. Sungguh berat baginya
meninggalkan rumahnya di Italia, tetapi ia senang juga bertemu dengan
orang-orang Katolik yang saleh di universitas. Ia menuliskan dalam
sebuah buku kecil apa yang dirasakannya ketika untuk pertama kalinya ia
menyambut Sakramen Rekonsiliasi di negeri asing. Sungguh menggetarkan
hatinya menyadari bahwa Gereja Katolik sungguh sama di mana pun dan
kemana pun orang pergi. Tahun berikutnya, Contardo berusaha memutuskan
entahkah sebaiknya ia menjadi seorang imam atau seorang biarawan, atau
hidup berkeluarga. Ia terus-menerus bertanya pada dirinya sendiri apa
yang sebaiknya dilakukannya. Nyatalah kemudian bahwa ia mengucapkan
ikrar untuk mempersembahkan dirinya hanya bagi Tuhan saja. Ia
mengamalkan ikrarnya ini sebagai seorang awam; ia tidak pernah menjadi
seorang imam ataupun broeder. Ia tetap mengajar dan menulis. Ia
senantiasa berupaya untuk menjadi seorang Kristiani yang terlebih
sempurna. Sementara menikmati olahraga favoritnya, mendaki gunung, ia
akan berpikir tentang Tuhan, Pencipta segala keindahan yang ia lihat.
Orang banyak melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda pada diri Profesor
Ferrini. Suatu ketika, sementara ia lewat dengan senyum hangatnya yang
khas, seseorang berseru, “Orang itu adalah santo!”
Contardo
Ferrini wafat karena demam tipus pada tanggal 17 Oktober 1902. Ia baru
berusia empatpuluh tiga tahun. Ia dimaklumkan “beato” oleh Paus Pius XII
pada tahun 1947.
Dengan talenta inteligensi yang cemerlang, Beato Contardo Ferrini mengamalkan pengetahuannya demi melayani sesama.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar