8 Juli
|
Beato Eugenius III dilahirkan dekat Pisa, Italia, pada abad keduabelas. Ia dibaptis dengan nama Petrus. St Antoninus menyebut Paus Eugenius “seorang paus agung yang sarat penderitaan.”
Paus
Eugenius dulunya adalah Pater Petrus, seorang imam di Pisa, kala ia
merasakan panggilan untuk menjadi seorang biarawan Cistercian. Ia pergi
ke Clairvaux, Perancis dan bergabung dengan para biarawan di sana. St Bernardus dari Clairvaux
menjabat sebagai superior di sana. Petrus memilih “Bernardus” sebagai
nama religiusnya. Ini dilakukannya karena rasa hormat dan kekagumannya
pada St Bernardus.
St
Bernardus dari Clairvaux menetapkan Bernardus menjadi superior sebuah
biara di Roma. Paus Lusius II wafat pada tahun 1145. Ini adalah suatu
peristiwa yang jarang terjadi. Para kardinal memilih Abbas Bernardus
untuk menjadi paus. Abbas Bernardus sendiri tidak ada dalam rapat itu
sebab ia bukan seorang kardinal. Bernardus shock. St Bernardus dari
Clairvaux juga sama terkejutnya. Ia merasa kasihan kepada Bernardus. Ia
menulis sebuah surat terbuka kepada para kardinal, “Kiranya Allah
mengampuni kalian sebab apa yang telah kalian lakukan,” katanya.
Bernardus
memilih nama Eugenius III. Masanya sebagai paus mendatangkan banyak
kesulitan baginya. Majelis Tinggi Roma mengancam untuk menentangnya jika
ia tidak membiarkan mereka menyimpan harta yang mereka curi. Seseorang
yang sebelumnya telah diekskomunikasi datang kepada Paus Eugenius
memohon pengampunan. Sebentar saja, orang itu telah jatuh lagi ke dalam
cara hidupnya yang lama. Ia bahkan menggabungkan diri dengan suatu
kelompok yang secara langsung menentang paus. Paus Eugenius harus
meninggalkan Roma beberapa kali oleh sebab mara bahaya yang
mengepungnya. Apabila ini terjadi, ia akan menemukan damai dan kekuatan
di sebuah biara. Maka, ia akan mendapatkan keberanian untuk kembali dan
menghadapi tugas tanggung jawabnya yang sulit kembali. Ia mengenakan
jubah Cistercian dan hidup sederhana. Tak peduli betapa kalut hidupnya,
ia senantiasa memiliki hati seorang biarawan. Salah seorang rekan
biarawan menulis kepada St Bernardus dari Clairvaux mengenai Paus
Eugenius, “Tak ada kesombongan pun sok kuasa dalam dia.” Paus Eugenius
III wafat pada tanggal 8 Juli 1153.
Kiranya
kita belajar untuk mencari pertama-tama “Kerajaan Allah” tanpa
menghitung-hitung resiko ataupun ingin agar orang memperhatikan dan
memuji kita.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar