10 Mei
|
St.
Antoninus hidup pada abad kelima belas. Sejak kecil ia telah
menunjukkan bahwa ia memiliki kehendak baik serta kemauan keras. Menurut
cerita, ketika usianya lima belas tahun, ia mohon diijinkan masuk biara
Dominikan. Ia tampak muda dan kecil. Bapa Prior (pemimpin biara)
berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Aku akan menerimamu apabila kamu
telah hapal `Dekret Gratia' di luar kepala. `Dekret Gratia' adalah
sebuah buku yang tebalnya beberapa ratus halaman. Jadi, dengan kata
lain, prior mengatakan “tidak” kepada Antoninus.
Tetapi,
Antoninus menerima tantangan itu. Satu tahun kemudian dia kembali.
Sulit dibayangkan betapa terperanjatnya Bapa Prior ketika mengetahui
bahwa Antoninus telah menghafalkan seluruh dekret! Tak diragukan lagi,
seketika itu juga ia diterima. (Namun demikian, bukanlah kemampuannya
menghafal yang mengubah pikiran Prior, melainkan karena ia telah
membuktikan kesungguhannya dalam menjawab panggilan hidupnya).
Meskipun
usianya baru enam belas tahun, Antoninus terus mengejutkan banyak orang
dengan cara hidupnya di biara. Sementara ia semakin dewasa,
jabatan-jabatan penting silih berganti dipercayakan kepadanya. Antoninus
menanamkan pengaruh yang baik kepada para rekan biarawan Dominikan.
Mereka mengasihi serta menghormatinya. Hal ini terlihat nyata dalam
hidup Beato Antonius Neyrot yang pestanya kita rayakan pada tanggal 10
April.
Pada
bulan Maret 1446, Antoninus ditahbiskan sebagai Uskup Agung Florence,
Italia. “Bapa kaum miskin” adalah julukan yang diberikan orang
kepadanya. Tidak pernah ia menolak untuk memberikan pertolongan kepada
siapa pun. Apabila ia tidak lagi mempunyai uang, ia akan memberikan
pakaiannya, sepatunya, perabotannya atau satu-satunya keledainya.
Berulang kali keledainya itu dijualnya untuk menolong orang lain. Dan
berulang kali pula keledai itu ditebus oleh orang-orang kaya dan
dikembalikan padanya. Tentu saja, ia akan menjualnya lagi untuk menolong
orang-orang yang lain lagi! Seringkali St. Antoninus mengatakan,
“Seorang penerus para rasul hendaknya tidak memiliki apa pun kecuali
kekayaan kebajikan.” St. Antoninus wafat pada tahun 1459. Ia dinyatakan
kudus pada tahun 1523.
“Seorang penerus para rasul hendaknya tidak memiliki apa pun kecuali kekayaan kebajikan.” ~ St. Antoninus
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar