25 Mei
|
Katarina
de'Pazzi dilahirkan di Florence, Italia, pada tahun 1566. Ia adalah
puteri satu-satunya dari sebuah keluarga kaya raya. Ketika usianya empat
belas tahun, Katarina tinggal di asrama sekolah suatu biara. Di sanalah
ia mulai mencintai kehidupan religius. Tetapi, setahun kemudian ayahnya
menjemputnya pulang. Ayahnya mulai berpikir untuk memilihkan seorang
suami kaya baginya. Tetapi, Katarina sudah bertekad untuk menjadi
seorang biarawati. Kedua orangtuanya amat terkejut ketika ia mengatakan
kepada mereka bahwa ia telah mengucapkan kaul kemurnian. Mereka tidak
percaya. Akhirnya, mereka mengijinkan Katarina masuk biara Karmelit.
Namun, hanya lima belas hari kemudian, mereka datang menjemputnya
pulang. Mereka berharap dapat mengubah pikirannya. Setelah tiga bulan
berusaha membujuknya tanpa hasil, mereka akhirnya menyerah. Mereka
membiarkannya pergi untuk selamanya dengan restu mereka. Hal itu terjadi
pada tahun 1582, tahun wafatnya St. Theresia Avila di Spanyol.
Ketika
masih novis, St. Maria Magdalena sakit parah. Para biarawati khawatir
kalau-kalau ia meninggal. Sebab itu, ia diijinkan segera mengucapkan
kaul religiusnya. Melihat bagimana ia menderita begitu hebat, salah
seorang biarawati bertanya kepadanya bagaimana ia dapat menahan rasa
sakit tanpa mengeluh sama sekali. Maria Magdalena menunjuk ke arah
salib, katanya, “Lihatlah, betapa kasih Tuhan yang demikian besar itu
telah menderita bagi keselamatanku. Kasih yang sama melihat segala
kelemahanku dan memberiku kekuatan.”
St.
Maria Magdalena harus mengalami banyak penderitaan hebat sepanjang
hidupnya. Ia juga harus mengalami pencobaan-pencobaan berat akan
ketidakmurnian dan keserakahan akan makanan. Ia dapat mengatasi segala
pencobaan itu dengan cintanya yang besar kepada Yesus dalam Ekaristi
Kudus dan kepada Bunda Maria. Seringkali ia hanya makan roti dan minum
air putih saja. Ia juga melakukan latihan-latihan penyangkalan diri yang
lain. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam hingga ia akan berkata,
“Kasih tidak dikasihi, Kasih tidak dikenali oleh makhluk ciptaan-Nya
Sendiri.” Dengan bercucuran air mata, ia akan berdoa serta
mempersembahkan segala penderitaannya demi silih bagi para pendosa dan
orang-orang yang tidak percaya, hingga akhir hayatnya. Suatu ketika ia
mengatakan, “O Yesus-ku, andai saja aku mempunyai suara yang cukup kuat
dan lantang hingga terdengar ke seluruh penjuru dunia, aku akan
berseru-seru agar Engkau dikenal dan dikasihi oleh semua orang!”
St.
Maria Magdalena de Pazzi wafat pada tanggal 25 Mei 1607 dalam usia
empat puluh satu tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Klemens IX pada
tahun 1669.
“Inilah
kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang
telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian
bagi dosa-dosa kita.” (1Yoh 4:10)
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar