16 Mei
|
St
Ubaldus terkenal karena kelamahlembutan dan kesabarannya. Suatu ketika,
misalnya, seorang pekerja sedang memperbaiki tembok kota. Ia
menyebabkan kebun anggur uskup rusak parah. Bapa uskup dengan halus
menunjukkan kesalahannya. Tetapi, pekerja ini malahan berang. Mungkin
saja ia bahkan tidak mengenali uskup. Ia mendorong bapa uskup begitu
keras hingga uskup jatuh terjerembab ke dalam semen basah; sekujur
tubuhnya berlumuran semen. Uskup bangkit, membersihkan diri dan masuk ke
dalam rumahnya. Beberapa orang yang menyaksikan semua peristiwa ini
menuntut agar sang pekerja dihadapkan ke pengadilan. Uskup Ubaldus
muncul di depan pengadilan dan mendapatkan pembebasan bagi sang pekerja.
Uskup
yang kudus ini cinta damai dan ia memiliki keberanian untuk
mempertahankannya. Suatu kali, ketika penduduk Gubbio saling berkelahi
di jalanan, uskup melemparkan diri di antara kedua masa yang sedang
marah. Ia tampak tak takut akan kibasan pedang dan timpukan batu-batu.
Sekonyong-konyong, uskup jatuh tergeletak di tanah. Seketika itu juga
orang-orang berhenti berkelahi. Mereka menyangka bapa uskup tewas
terbunuh. Tetapi Uskup Ubaldus bangkit. Ia memperlihatkan kepada mereka
bahwa ia sama sekali tidak cedera. Penduduk bersyukur kepada Tuhan.
Mereka berhenti berkelahi dan pulang ke umah.
Di
lain waktu, Kaisar Frederick Barbarossa sedang dalam perjalanan untuk
menyerang Gubbio. St Ubaldus tidak menanti kaisar beserta bala
tentaranya tiba. Ia malahan datang menyongsong kaisar dan berbincang
dengannya. Tak seorang pun tahu apa yang dikatakannya. Yang mereka tahu
ialah bahwa bapa uskup berhasil meyakinkan kaisar untuk meninggalkan
Gubbio.
Uskup
Ubaldus menderita banyak penyakit fisik. Namun demikian, ia tidak
pernah membicarakannya. Pada hari Minggu Paskah tahun 1160, ia bangkit
untuk melayani Misa. Ia menyampaikan homili yang indah dan memberkati
umatnya. Lalu, ia kembali tidur dan tak pernah dapat bangun kembali. Ia
wafat pada tanggal 16 Mei 1160. Penduduk berbondong-bondong datang untuk
menyampaikan hormat mereka. Mereka menangis dan berdoa memohon kiranya
St Ubaldus memelihara mereka dari surga.
Terkadang,
sungguh sulit mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Kita
mendapatkan kasih karunia untuk melakukannya apabila kita terlebih lagi
berpaling kepada Yesus dan memohon-Nya untuk membantu kita menjadi lemah
lembut dan penuh pengampunan seperti-Nya.
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
0 komentar:
Posting Komentar