Bonaventura artinya “untung”. St. Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, Italia dan dibaptis dengan nama Yohanes. Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Saudara-saudara Dina) yang pada waktu itu masih baru. St. Fransiskus dari Asisi
yang mendirikan Ordo Fransiskan hidup antara tahun 1181 hingga 1226.
Jadi, St. Fransiskus masih hidup ketika Bonaventura lahir.
Sebagai
seorang biarawan muda, Bonaventura harus meninggalkan negerinya untuk
belajar di Universitas Paris di Perancis. Ia menjadi seorang penulis
tentang hal-hal ketuhanan yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian
besar sehingga orang memanggilnya dengan sebutan “Doctor Seraphicus”.
Seraphicus artinya seperti malaikat.
Salah seorang sahabat Bonaventura yang terkenal ialah St. Thomas Aquinas.
Thomas bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia mendapatkan semua
hal-hal mengagumkan yang ia tulis. Bonaventura membimbing temannya itu
ke meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang selalu ada di atas
mejanya. “Dialah yang mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah
satu-satunya Guru-ku.” Di lain waktu, ketika sedang menuliskan kisah
hidup St. Fransiskus dari Asisi, Bonaventura menjadi
begitu bersemangat sehingga St. Thomas berseru: “Mari kita biarkan
seorang kudus menulis tentang seorang kudus.” Bonaventura selalu
bersikap rendah hati, meskipun buku-bukunya telah menjadikannya
terkenal.
Pada
tahun 1265, Paus Klemens IV ingin menjadikan Bonaventura seorang Uskup
Agung. Tetapi, Bonaventura menyatakan keberatannya kepada Paus. Bapa
Suci menghormati keputusannya. Meskipun menolak diangkat menjadi Uskup
Agung, Bonaventura setuju diangkat menjadi pembesar umum Ordo
Fransiskan. Tugas berat ini dilaksanakannya selama tujuhbelas tahun.
Pada
tahun 1273, Beato Paus Gregorius X mengangkat Bonaventura menjadi
Kardinal. Dua orang utusan Paus mendapatkan Bonaventura sedang berada di
sebuah bak cuci yang besar. Ia sedang mendapat giliran tugas menggosok
setumpuk panci dan wajan. Para utusan Paus menunggunya dengan sabar
hingga Bonaventura selesai menggosok pancinya yang terakhir, membasuh
serta mengeringkan tangannya. Kemudian para utusan itu dengan khidmat
menyerahkan topi merah besar yang melambangkan jabatannya yang baru.
Kardinal
Bonaventura memberikan bantuan yang amat besar kepada Paus yang pada
tahun 1274 mengadakan Konsili Lyon. Thomas Aquinas wafat dalam
perjalanannya menuju Konsili, tetapi Bonaventura berhasil tiba di sana.
Ia memberikan pengaruh yang besar pada konsili tersebut. Tetapi,
sekonyong-konyong Bonaventura wafat secara mendadak pada tanggal 14 Juli
1274 dalam usia lima puluh tiga tahun. Paus berada di sisinya ketika ia
wafat. Bonaventura dinyatakan santo pada tahun 1482 oleh Paus Sixtus
IV. Pada tahun 1588, Paus Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja.
“Jika
kamu bertanya bagaimana hal-hal semacam itu dapat terjadi, carilah
jawabnya dengan rahmat Tuhan, bukan dengan ajaran; dengan kerinduan
hati, bukan dengan pengetahuan, dengan keluh-kesah doa, bukan dengan
penyelidikan.” ~ St. Bonaventura
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
0 komentar:
Posting Komentar