St. Jeanne d'Arc
Gadis Kecil Panglima Perang Perancis
Santa Jeanne
d'Arc adalah pelindung kaum remaja, terutama remaja yang sedang
menghadapi masalah dan saat-saat sulit. Teladan keberaniannya memberi
semangat bagi kita untuk berjuang terus pantang mundur.
Jeanne d'Arc
dilahirkan pada tanggal 16 Januari 1412 di Domrenmy, Perancis. Ayahnya
bernama Jacques d'Arc dan ibunya Isabelle Romee. Jeanne seorang anak
gembala yang lembut dan baik hati. Seperti anak-anak perempuan lainnya
pada masa itu, Jeanne tidak bersekolah dan tidak dapat membaca dan
menulis. Suatu hari saat usianya 13 tahun, ia sedang menggembalakan
domba-dombanya ketika Malaikat Agung Santo Mikael
-santo pelindung Perancis- berkata kepada Jeanne, “Puteri Tuhan,
selamatkanlah Perancis!” Tiga tahun lamanya ia mendengar suara-suara
yang memanggilnya untuk segera bertindak.
Pada waktu itu
terjadilah peperangan antara Perancis dan Inggris yang kemudian dikenal
sebagai Perang Seratus Tahun. Inggris telah berhasil menguasai sebagian
besar wilayah Perancis dan Perancis berada dalam posisi yang amat lemah.
Malaikat Agung St. Mikael ditemani oleh St. Katarina dari Aleksandria,
juga St. Margareta dari Antiokhia memintanya untuk menemui raja Perancis
yang saat itu sedang bersembunyi dan membantu raja untuk mendapatkan
kembali tahtanya. "Seorang gadis kecil berusia 16 tahun hendak
menyelamatkan Perancis?" Banyak orang menganggapnya tolol dan
menertawakannya, tetapi Jeanne pergi juga menghadap Raja Charles VII. Ia
berhasil mengenali raja yang menyamar sebagai prajurit sehingga raja
percaya bahwa ia diutus oleh Tuhan.
Pada mulanya,
pasukannya tidak mau taat pada perintah Jeanne. Mereka menyebutnya
'Jeanne la pucelle' artinya Jeanne si bocah cilik. Namun akhirnya mereka
menyerah juga pada Jeanne. Ia memimpin pasukannya ke kota Orleans yang
hampir dikuasai oleh Inggris. Dalam pakaian perang baja yang berkilau,
pahlawan muda ini mengendarai kudanya. Panji-panjinya, yang berwana
putih berhiaskan salib dengan tulisan YESUS dan MARIA, berkibar-kibar
diterpa angin. Meskipun sebuah panah menancap di pundaknya ketika
peperangan berlangsung, ia tetap dengan bersemangat memimpin pasukannya.
Pada akhirnya pasukan Perancis berhasil meraih kemenangan.
Perintah-perintah
perangnya sangat cemerlang sehingga pasukannya selalu menang perang dan
pada bulan Juli 1429 berhasil menghantarkan Raja Charles VII menduduki
tahta kerajaan. Pada saat itulah suara Malaikat Mikael mengatakan bahwa
misinya telah usai. Namun raja serta para jenderal memaksa Jeanne agar
tetap memegang kendali militer. Dalam suatu peperangan Jeanne dikhianati
dan ditangkap oleh kaum Bourgondie lalu dijual ke pihak Inggris seharga
10,000 Franc. Ia ditawan di menara Earl of Warwick selama 9 bulan. Raja
Perancis hanya melakukan sedikit saja usaha untuk membebaskan Jeanne.
Inggris mendakwanya berbohong mengenai suara-suara yang didengarnya dan
ia diadili secara tidak adil dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan
takhayul. Jeanne dinyatakan bersalah. Pada tanggal 30 Mei 1431 Jeanne
dijatuhi hukuman mati: dibakar hidup-hidup di tengah pasar kota Rouen.
Jeanne menyerukan nama "Yesus", lalu menghembuskan napasnya yang
terakhir.
Duapuluh lima
tahun setelah kematiannya, diadakan pengadilan ulang atas kasusnya dan
Jeanne dinyatakan tidak bersalah. Empat ratus delapan puluh sembilan
tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 16 Mei 1920, Jeanne dinyatakan
sebagai santa oleh Paus Benediktus XV. Ia dinyatakan santa bukan karena
patriotisme atau keberaniannya berperang, melainkan karena kesalehan
hidup dan kesetiaannya dalam melakukan kehendak Tuhan, betapapun sulit,
bahkan nyaris mustahil. St. Jeanne d'Arc diberi gelar Santa Pelindung
Perancis. Pestanya dirayakan tanggal 30 Mei.
"Santa
Jeanne d'Arc, bantulah aku untuk meniru teladanmu. Walaupun banyak
orang mengejek dan menertawakan, biarlah aku maju terus pantang menyerah
untuk melaksanakan kehendak Tuhan."
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

0 komentar:
Posting Komentar