Marguerite
dilahirkan di Quebec, Kanada, pada tanggal 15 Oktober 1701. Ayahnya
meninggal dunia pada tahun 1708 dan keluarganya hidup dalam kemiskinan.
Sanak keluarga membayar uang sekolah untuk Marguerite di sekolah biara
Ursuline di Quebec. Dua tahun yang dilewatkannya di sekolah asrama
mempersiapkan Marguerite untuk dapat mengajar adik-adik lelaki dan
perempuannya.
Marguerite
seorang yang ramah dan bersahabat. Ia membantu menopang keluarga dengan
menjahit dan menjual renda halus. Pada tahun 1722, Marguerite menikah
dengan Francois D'Youville. Tampaknya perkawinan itu akan menghantarnya
ke suatu kehidupan rumah tangga yang sungguh membahagiakan. Tetapi,
dalam hitungan bulan, jati diri Francois yang sesungguhnya mulai muncul.
Ia lebih menaruh minat dalam mencari uang daripada memberikan perhatian
pada keluarga. Pekerjaannya adalah berdagang minuman keras secara
ilegal. Ia menelantarkan Marguerite sendirian bersama kedua anaknya dan
tidak mempedulikan mereka.
Francois
meninggal secara mendadak pada tahun 1730 setelah delapan tahun masa
perkawinan. Ia mewariskan banyak hutang yang harus dibayar Marguerite.
Seorang imam yang baik hati, Pater du Lescoat, memberinya semangat.
Pater mengatakan kepada Marguerite betapa Tuhan sungguh amat
mengasihinya. Segera Marguerite memulai suatu karya besar bagi Tuhan.
Nubuat yang pernah disampaikan kepadanya akan segera menjadi kenyataan.
Pada
tanggal 21 November 1737, Marguerite D'Youville menerima seorang
perempuan tunawisma yang buta. Ini menandai dimulainya suatu karya
mengagumkan dalam pelayanan orang-orang miskin yang sakit di rumah-rumah
sakit. Rumah-rumah sakit ini dikelola oleh para biarawati dari ordonya
yang baru. Marguerite dan rekan-rekan pertamanya dikenal sebagai
“Biarawati Abu-abu”, sebab jubah religius mereka berwarna abu-abu. Para
biarawati ini mengambil alih rumah sakit umum di Montreal yang
menghadapi kebangkrutan dan dililit banyak hutang. Orang banyak
memperolok para biarawati ini. Apalah yang memangnya dapat mereka
perbuat? Tetapi Moeder D'Youville dan para biarawatinya pantang putus
asa. Mereka bekerja, dan membangun, dan memperbaiki. Lebih dari semua
itu, mereka menyambut siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Tak ada
seorang pun yang terlalu miskin atau terlalu sakit untuk dapat datang ke
rumah sakit mereka. Pada tahun 1765, suatu kebakaran melalap habis
rumah sakit, tetapi Moeder D'Youville dan para biarawatinya membangun
rumah sakit kembali dalam waktu empat tahun.
Kedua
putera Moeder D'Youville ditahbiskan sebagai imam: Charles, pastor
Boucherville, dan Francois, pastor St Ours. Pada tahun 1769, Pater
Francois mengalami patah tangan. Ibundanya bergegas datang untuk
merawatnya. Lima hari dilewatkannya di pastoran. Moeder D'Youville juga
sama murah hatinya ketika wabah cacar menyerang. Dan selama Perang Tujuh
Tahun antara Perancis dan Inggris, Moeder D'Youville menolong para
prajurit dari kedua belah pihak. Ia menyembunyikan para prajurit Inggris
dalam ruang-ruang gelap di gudang bawah tanah biara. Di sana para
suster dengan sembunyi-sembunyi merawat mereka hingga pulih kembali.
Moeder D'Youville wafat pada tanggal 23 Desember 1771. ia dimaklumkan
sebagai santa oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 9 Desember 1990.
Ia adalah orang kudus pribumi pertama Kanada.
Marguerite
dapat mengatasi aneka ragam kesulitan dalam hidupnya melalui imannya
kepada Tuhan dan kemurahan hatinya kepada sesama yang membutuhkan.
Bersiaplah pada hari ini untuk suatu kesempatan menolong seseorang yang
membutuhkan pertolongan.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar