12 Agustus
|
Pada
abad kelima, suatu biara besar bagi para biarawan didirikan di pesisir
Provence yang sekarang berada di selatan Perancis. Biara itu disebut
Biara Lerins. Biara ini penuh dengan banyak biarawan kudus. Pada abad
kedelapan, komunitas Lerins terdiri dari para biarawan, novis, murid dan
pemuda yang tertarik untuk menjadi biarawan. Seluruhnya berjumlah lebih
dari limaratus orang.
Sekitar
tahun 732, Abbas Porkarius mendapat semacam wahyu atau nubuat. Tak lama
lagi biara akan diserang oleh para penyerang barbar. Abbas Porkarius
menaikkan segenap murid dan tigapuluh enam biarawan yang lebih muda
dalam kapal. Lalu ia menyuruh mereka segera berlayar agar selamat.
Karena tak ada lagi kapal yang tersisa, ia mengumpulkan semua anggota
komunitas yang masih tersisa sekelilingnya. Tak seorang pun mengeluh
karena tertinggal. Sebaliknya, mereka berdoa bersama memohon kekuatan.
Mereka memohon kepada Tuhan karunia untuk mengampuni musuh mereka.
Segera kaum Saracens dari Spanyol atau Afrika Utara mendaratkan
kapal-kapal mereka dan menyerang para biarawan, seperti yang telah
dinubuatkan sang abbas. Para biarawan berdoa dan saling menguatkan satu
sama lain agar dapat dengan gagah berani menanggung derita dan mati demi
Kristus. Para penyerang menyerbu dan membantai semua kurbannya
terkecuali empat orang yang mereka tawan sebagai budak. St Porkarius dan
para biarawan Lerins wafat sebagai martir yang gagah berani bagi Yesus.
Andai aku dalam posisi pemimpin, adakah aku melihat tanggung jawabku sebagai suatu pelayanan bagi sesama?
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
0 komentar:
Posting Komentar