Para
kaisar Romawi yang menganiaya orang-orang Kristen berusaha untuk
memusnahkan kepercayaan kepada Yesus dan agama yang mereka benci
sekaligus mereka takuti. Meskipun mereka tidak menyadarinya, namun
sesungguhnya setiap kali mereka membunuh seorang kudus, mereka semakin
memperkuat keyakinan orang-orang Kristen. Dari penganiayaan bangsa
Romawi yang banyak menumpahkan darah itu, muncullah para martir.
Persembahan para martir kepada Yesus yaitu kesetiaan mereka, bahkan
hingga rela mengurbankan nyawa, mendatangkan berkat bagi Gereja hingga
akhir jaman.
Penganiayaan
oleh Kaisar Valerian mengakibatkan kemartiran Paus St. Sixtus II dan
keenam diakonnya pada hari yang sama. Penganiayaan dilakukan dengan amat
kejam. Banyak orang dari komunitas Kristiani bersembunyi dalam
katakomba-katakomba bawah tanah. Mereka ambil bagian dalam Perayaan Misa
dan saling menguatkan satu sama lainnya. Sixtus, seorang imam Roma,
diangkat menjadi Paus pada tahun 257. Pada tahun yang sama penganiayaan
oleh Kaisar Valerian dimulai. Paus Sixtus maju terus dengan berani
selama satu tahun, sebagian besar dengan bersembunyi, dan meneguhkan
umat Kristen. Dengan kebijaksanaan serta kelemahlembutannya, ia bahkan
menyelesaikan masalah-masalah tentang iman Kristiani.
Pada
tanggal 6 Agustus 258, para prajurit Romawi menerjang masuk suatu
ruangan dalam katakomba di mana Sixtus sedang duduk dengan tenang. Ia
sedang menyampaikan khotbahnya tentang cinta kasih dan pengampunan
Yesus. Sebagian orang mengatakan bahwa ia langsung dibunuh di tempat
itu, di atas kursinya, bersama dengan empat orang dari keenam diakonnya.
Sebagian lagi mengatakan bahwa ia dan para diakonnya dibawa pergi untuk
diadili. Kemudian mereka dibawa kembali ke ruangan yang sama dan
dibunuh. Dua diakon lainnya dibunuh juga beberapa saat kemudian pada
hari yang sama.
Seabad
sesudah peristiwa tersebut, Paus St. Damasus menuliskan sebuah prasasti
yang indah di makam St. Sixtus yang terletak dalam katakomba St. Kalistus
di Roma. St. Sixtus II amat dihargai oleh umat Kristen perdana dan
namanya termasuk dalam daftar orang kudus yang dicantumkan dalam Doa
Syukur Agung Pertama.
Kita
dapat mohon bantuan doa St. Sixtus II agar kita dapat menghargai
karunia iman kita dan tumbuh dalam kasih kepada Yesus. Ketika kita takut
berdiri tegak menghadapi apa yang Yesus kehendaki dari kita, kita dapat
mohon bantuan doa St. Sixtus dan para diakonnya agar kita dikuatkan.
Pada hari ini, mari mohon bantuan doa St. Sixtus dan para diakonnya
bagi para imam Gereja.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar