Thomas
dilahirkan di Spanyol pada tahun 1488. Dari orangtuanya yang baikhati,
ia belajar bermurahhati kepada mereka yang miskin. Ia pandai di sekolah
dan setelah menamatkan pendidikannya, ia menjadi seorang dosen filsafat.
Kemudian ia menggabungkan diri dengan Ordo Agustinian. Setelah
ditahbiskan sebagai imam, kepada Thomas dipercayakan banyak tanggung
jawab yang penting. Akhirnya, ia diangkat sebagai Uskup Agung Valencia.
Para imam berusaha meyakinkannya untuk mengganti jubah usangnya yang
penuh tambalan dengan jubah yang lebih pantas. Tetapi, St Thomas
mengatakan kepada mereka bahwa jubah usang tidak ada hubungannya dengan
tugas kewajibannya. Ia memenuhi kebutuhan rohani umatnya dengan baik.
Setiap hari ia memberi makan ratusan fakir miskin. Ketika menerima
sejumlah besar uang untuk membeli perabot bagi kediamannya, St Thomas
memberikannya kepada rumah sakit, katanya, “Apa gunanya perabot bagi
seorang biarawan miskin seperti aku?” Tak heran ia dijuluki “bapa kaum
miskin”!
St
Thomas menaruh belas kasihan kepada para pendosa pada masa kebanyakan
orang tidak bersikap demikian Sekali peristiwa, ketika ia berusaha
mendorong seorang untuk berubah dari cara hidup dosa, laki-laki itu
dengan marah menghinanya dan meninggalkan ruangan dengan kasar. “Ini
salahku,” kata uskup agung yang rendah hati itu. “Aku berbicara
kepadanya dengan agak sedikit terlalu keras.” Tak pernah ia mengijinkan
siapapun juga mengkritik orang yang tidak berada di sana. “Pastilah ia
punya alasan tepat melakukan apa yang ia lakukan,” demikian biasa
dikatakannya. “Aku, seorang di antaranya, yang percaya akan hal itu.”
Sebelum
wafatnya, St Thomas dari Villanova membagi-bagikan segala yang ia
miliki kepada fakir miskin. Ia bahkan memerintahkan agar tempat tidurnya
dikirimkan ke penjara agar dapat dipergunakan para tahanan. St Thomas
wafat pada tahun 1555. Ia dimaklumkan kudus oleh Paus Alexander VII pada
tahun 1658.
Bagaimanakah aku menunjukkan belas kasih kepada seseorang pada hari ini?
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar