St.
Yohanes adalah seorang uskup yang mengagumkan. Meskipun ia selalu
sakit, ia melakukan begitu banyak karya yang mengagumkan. Ia berkhotbah
satu atau dua kali sehari, memberi makan fakir miskin serta memberikan
perhatian kepada yatim piatu. Ia memperbaiki kebiasaan umat berbuat dosa
serta menghentikan pertunjukan-pertunjukkan yang tidak layak
dipertontonkan. Ia mengasihi semua orang, namun demikian ia tidak takut
untuk menegur mereka, bahkan ratu sekalipun, apabila mereka berbuat
salah.
Karena
memerangi dosa, St. Yohanes mempunyai banyak musuh - bahkan ratu
sendiri. Ratu mengusirnya dari Konstantinopel. Dalam perjalanan, St
Yohanes menderita demam yang hebat, kekurangan makan serta kurang
istirahat. Meskipun begitu, ia berbahagia dapat menderita bagi Yesus.
Sesaat sebelum kematiannya, ia berseru, “Kemuliaan kepada Allah!”
St.
Yohanes wafat di Turki pada tanggal 14 September 407. Hujan es dan
angin ribut yang dahsyat menyerang Konstantinopel pada saat ia
meninggal. Empat hari kemudian, ratu yang jahat itu pun meninggal juga.
Puteranya menghormati jenasah St. Yohanes dan menunjukkan betapa ia
menyesal atas apa yang telah diperbuat ibunya.
“Jika Kristus besertaku, kepada siapakah aku harus takut?” ~ St. Yohanes Krisostomus
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
0 komentar:
Posting Komentar