Yosef
dilahirkan pada tahun 1556 di kastil ayahnya di Spanyol. Ia kuliah dan
menjadi seorang pengacara. Pada usia duapuluh delapan tahun, Yosef
ditahbiskan sebagai imam. Pastor Yosef diserahi jabatan-jabatan penting
dan ia melaksanakan tugas-tugasnya itu dengan baik. Namun demikian, ia
merasa bahwa Tuhan memanggilnya untuk melakukan suatu karya istimewa
bagi anak-anak miskin di Roma. Taat pada panggilan Tuhan, Pastor Yosef
meninggalkan segala yang ia miliki di Spanyol dan pergi ke Roma. Di
sana, hatinya tergerak oleh belas kasihan kepada anak-anak yatim piatu
dan anak-anak gelandangan yang ia jumpai di mana-mana. Mereka diacuhkan
serta diterlantarkan. Pastor Yosef mulai mengumpulkan mereka dan
mengajarkan semua mata pelajaran umum kepada mereka, terutama tentang
iman. Para imam yang lain mulai bergabung dengannya. Tak lama kemudian
Pastor Yosef telah menjadi pemimpin dari suatu ordo religius baru.
Tetapi, ia tak pernah membiarkan tugas-tugasnya sebagai pendiri dan
pemimpin biara membuatnya berhenti mengajar anak-anak yang dikasihinya.
Ia bahkan menyapu lantai kelas sendiri. Seringkali ia mengantarkan
anak-anak yang kecil pulang ke rumah mereka ketika jam pelajaran telah
usai.
St.
Yosef harus mengalami banyak penderitaan karena ulah beberapa orang
yang hendak mengambil alih ordonya. Mereka ingin mengelolanya sesuai
dengan cara mereka. Suatu ketika ia bahkan diarak di jalan-jalan
bagaikan seorang tahanan. Ia nyaris dijebloskan ke dalam penjara,
meskipun imam yang baik ini tidak melakukan kesalahan apapun. Ketika
umurnya sembilanpuluh tahun, Pastor Yosef menerima kabar yang sangat
menyedihkan. Ordonya dilarang terus berkarya. Namun demikan, menanggapi
tragedi tersebut Pastor Yosef hanya mengatakan, “Tuhan yang memberi,
Tuhan yang mengambil; terpujilah nama-Nya. Karyaku diselenggarakan
semata-mata karena cinta kepada Tuhan.”
Dua
tahun kemudian, yaitu pada tahun 1648, orang kudus ini wafat dalam
tenang dan damai. Usianya sembilanpuluh dua tahun. Beberapa tahun
sesudah wafatnya, ordonya, Ordo Imam-imam Piarist, diijinkan untuk
melanjutkan kembali karya St. Yosef yang mengagumkan. St. Yosef
dinyatakan kudus oleh Paus Klemens XIII pada tahun 1767 dan dinyatakan
sebagai santo pelindung sekolah-sekolah Kristen pada tahun 1948 oleh
Paus Pius XII.
“Siapa
yang bertanggung jawab mengajar haruslah dikarunia kasih-sayang yang
mendalam, kesabaran yang besar, dan terutama, kerendahan hati yang luar
biasa.” ~ St. Yosef dari Calasanz
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar