St.
Albertus hidup pada abad ketigabelas. Ia dilahirkan di sebuah kastil di
Sungai Danube di Swabia (Jerman barat daya). Albertus belajar di
Universitas Padua di Italia. Di sana ia memutuskan untuk menjadi seorang
Dominikan. Pamannya berusaha membujuknya untuk tidak memenuhi panggilan
religiusnya. Namun demikian, Albertus tetap pada pendiriannya. Ia
merasa bahwa itulah yang Tuhan kehendaki. Ayahnya, pangeran Bollstadt,
amat marah. Para Dominikan khawatir kalau-kalau ayahnya akan membawa
Albertus pulang kembali ke rumah. Oleh karena itu, mereka mengirim
Albertus, yang masih menjadi novis, ke suatu tempat yang jauh. Tetapi
ternyata ayahnya tidak datang untuk menjemputnya.
St.
Albertus sangat senang belajar. Ia suka ilmu pengetahuan alam, terutama
fisika, geografi dan biologi. Semuanya itu amat menarik baginya. Ia
juga senang memperdalam pengetahuan tentang agama Katolik dan Kitab
Suci. Ia biasa mengamati perilaku binatang-binatang serta menuliskan apa
yang ia amati, sama seperti yang dilakukan para ilmuwan sekarang. St.
Albertus menulis banyak sekali buku-buku tentangnya. Ia juga menulis
tentang filosofi dan merupakan seorang guru yang popular di berbagai
sekolah.
Salah
satu murid St. Albertus adalah St. Thomas Aquinas yang hebat itu.
Dikatakan bahwa St Albertus mengetahui kematian St. Thomas langsung dari
Tuhan. Ia telah membimbing St. Thomas pada awal karya-karya besarnya di
bidang filosofi dan theologi. Ia jugalah yang mempertahankan
ajaran-ajaran St. Thomas setelah ia wafat.
Semakin
bertambah umur, St. Albertus semakin kudus. Sebelumnya, ia telah
mengungkapkan pemikiran-pemikirannya yang mendalam dalam
tulisan-tulisannya. Sekarang, ia mengungkapkan pemikiran-pemikirannya
yang mendalam tersebut dalam seluruh cara hidupnya yang hanya bagi
Tuhan.
St.
Albertus dianugerahi karunia untuk menyelaraskan iman dan ilmu
pengetahuan. Pada masa sekarang, dimana manusia lebih terpusat pada ilmu
pengetahuan dan teknologi, ada baiknya kita berdoa untuk memohon
karunia yang sama.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar