12 Mei
|
Nereus
dan Akhilleus adalah prajurit Romawi yang meninggal sekitar tahun 304.
Mereka kemungkinan adalah para pengawal Praetorian di bawah Kaisar
Trajan. Kita mengetahui hanya sedikit saja mengenai mereka. Tetapi, apa
yang kita ketahui berasal dari dua orang paus yang hidup pada abad
keempat, Paus Siricius dan Paus Damasus. Pada tahun 398, Paus Siricius
mendirikan sebuah gereja di Roma demi menghormati mereka. Paus Damasus
menuliskan sebuah catatan pujian bagi kedua martir ini. Beliau
menjelaskan bahwa Nereus dan Akhilleus dipertobatkan kepada iman
Kristiani. Mereka meninggalkan senjata mereka untuk selamanya. Mereka
adalah para pengikut Kristus yang sejati bahkan hingga menyerahkan
nyawa. Nereus dan Akhilleus dibuang dalam pengasingan ke pulau
Terracina. Di sana mereka dipenggal kepalanya. Pada abad keenam, sebuah
gereja kedua dibangun di bagian lain Roma demi menghormati kedua martir
ini.
S.
Pankrasius, seorang yatim piatu berusia empatbelas tahun, hidup pada
masa yang sama. Kemungkinan besar ia dimartir pada hari yang sama.
Pankrasius bukanlah seorang penduduk asli Roma. Ia dibawa ke sana oleh
pamannya yang mengasuhnya. Pankrasius menjadi seorang pengikut Kristus
dan dibaptis. Meski masih seorang remaja, ia ditangkap karena menjadi
seorang Kristiani. Pankrasius menolak untuk menyangkal imannya. Karena
itu, ia dijatuhi hukuman mati. Pankrasius dihukum pancung. Ia menjadi
seorang martir yang sangat populer pada masa Gereja perdana. Orang
mengaguminya oleh sebab ia begitu muda namun begitu berani. Pada tahun
514, sebuah gereja besar dibangun di Roma demi menghormatinya. Pada
tahun 596, seorang misionaris terkenal, St Agustinus dari Canterbury, membawa iman Kristiani ke Inggris. Ia menamai gereja pertamanya dengan nama St Pankrasius.
Dengan bantuan doa dari ketiga santo ini, kiranya kita dapat sepenuhnya memahami apa artinya menjadi warga Gereja.
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”


0 komentar:
Posting Komentar