12 Juni
|
St.
Yohanes dilahirkan di Sahagun, Spanyol, pada abad kelima belas. Ia
mendapatkan pendidikan dari para biarawan Benediktin di kotanya.
Kemudian, Yohanes menjadi seorang imam paroki. Pater Yohanes dapat saja
hidup nyaman di katedral atau di salah satu paroki yang mapan di
keuskupannya. Tetapi, Pater Yohanes memilih hidup miskin dan sederhana
seperti cara hidup Yesus sendiri. Ia memilih untuk bertanggung jawab
atas sebuah kapel kecil saja. Di sana ia merayakan Misa, berkhotbah dan
mengajar katekese.
Pater
Yohanes merasa perlu mendalami teologi, maka ia belajar di Universitas
Katolik Salamanca. Setelah empat tahun belajar dengan tekun, ia menjadi
seorang pengkhotbah yang ulung. Sembilan tahun kemudian, ia bergabung
dengan para biarawan Agustin. Mereka amat terkesan dengan cara Pater
Yohanes mengamalkan keutamaan-keutamaan Kristiani. Ia taat kepada para
atasannya dan rendah hati pula. St. Yohanes terus berkhotbah. Homili
atau khotbahnya yang indah berhasil membawa perubahan dalam kehidupan
penduduk Salamanca. Mereka saling berkelahi dengan sengit di antara
mereka. Sering kali para pemuda bangsawan saling baku hantam untuk balas
dendam. St. Yohanes berhasil mengakhiri banyak perkelahian-perkelahian
sengit semacam ini. Ia bahkan membujuk mereka untuk saling memaafkan
satu sama lain.
St.
Yohanes tidak takut meluruskan perbuatan-perbuatan jahat, bahkan ketika
pelakunya adalah orang-orang berkuasa yang dapat membalas dendam
padanya. Suatu ketika, ia menegur seorang pangeran karena menyebabkan
orang-orang miskin menderita. Memang benar apa yang dikatakan imam!
Pangeran amat marah, ia mengirim dua orang utusannya untuk membunuh St.
Yohanes. Kedua utusan itu pergi mendapatkan sang imam. Pater Yohanes
begitu lemah lembut dan baik hati. Kedua utusan itu pun segera dipenuhi
rasa sesal dan mohon pengampunan darinya. Kemudian sang pangeran sakit
parah. Berkat doa-doa St. Yohanes, ia menyesali dosa-dosanya dan sembuh
dari penyakitnya.
Melalui
doa dan Misa Kudus, St. Yohanes menerima rahmat yang memberinya karisma
istimewa sebagai seorang pengkhotbah. Ia merayakan Misa Kudus dengan
cinta bakti yang amat mendalam. Ia wafat pada tanggal 11 Juni 1479. St.
Yohanes dari Sahagun dinyatakan kudus oleh Paus Alexander VIII pada
tahun 1690.
Marilah
mohon Roh Kudus membantu kita menjadi seorang Kristen sejati. Semoga
segala tutur kata dan perbuatan kita membawa orang lain datang kepada
Kristus.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar