Lebih
dari tiga ratus tahun yang lalu, enam orang imam Yesuit bersama dua
orang awam, semuanya berasal dari Perancis, wafat sebagai martir di
Amerika Utara. Kedelapan orang kudus ini wafat sebagai martir antara
tahun 1642 dan 1649. Mereka adalah sekelompok misionaris yang paling
gagah berani. Mereka mengorbankan segala sesuatu yang mereka miliki demi
mewartakan Kristus kepada orang-orang pribumi Amerika Utara. Setelah
berjuang keras, mereka berhasil mempertobatkan banyak orang dari suku
Indian Huron. Tetapi suku Iroquois, musuh bebuyutan suku Huron, membunuh
mereka semua.
St.
Yohanes de Brebeuf menderita tbc. Di Perancis, sakitnya begitu parah
hingga ia bahkan tidak dapat mengajar banyak kelas. Namun demikian, ia
menjadi seorang rasul yang gagah berani serta mengagumkan. Keberaniannya
menakjubkan suku Iroquois yang biadab sementara mereka menyiksanya
hingga tewas.
St.
Isaac Jogues dianiaya dengan hebat oleh suku Mohawk, tetapi dibebaskan
oleh orang-orang Belanda. Ia pulang ke Perancis, namun segera kembali ke
Amerika Utara. Pastor Jogues ditebas dengan tomahawk (kampak perang
orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari suku Mohawk.
St.
Antonius Daniel baru saja selesai mempersembahkan Misa bagi umatnya
dari suku Huron, ketika suku Iroquois menyerang desa mereka. Orang-orang
Indian Kristen memohon kepadanya agar ia berusaha melarikan diri.
Tetapi Pastor Daniel tetap tinggal. Ia ingin membaptis semua orang yang
menangis serta memohon dengan sangat kepadanya agar diberi Sakramen
Baptis sebelum mereka semua dibunuh. Suku Iroquois membakarnya hingga
tewas dalam kapelnya yang kecil. St. Gabriel Lallemont disiksa hingga
tewas bersama dengan St. Yohanes de Brebeuf. St. Charles Garnier
tertembus peluru suku Iroquois dalam suatu serangan mendadak, tetapi ia
masih mencoba merangkak untuk menyelamatkan seorang yang sedang sekarat.
Ia sendiri kemudian terbunuh oleh tebasan kampak. St. Noel Chabenel
harus mengalami berbagai kesulitan, tetapi ia telah bertekad untuk tetap
tinggal di Amerika Utara. Ia dibunuh oleh seorang pengkhianat Huron.
Kedua orang pembantu awam, Rene Goupil dan John Lalande, keduanya tewas
oleh tebasan tomahawk. Jadi, dengan cara demikianlah para pahlawan
Kristus tersebut menyerahkan nyawanya bagi pertobatan orang-orang
pribumi Amerika Utara. Setelah kematian mereka, para misionaris yang
datang kemudian, dapat mempertobatkan hampir semua suku di mana para
martir berkarya. Pahlawan-pahlawan yang gagah berani ini, yang sering
disebut sebagai para martir Amerika Utara, dinyatakan kudus oleh Paus
Pius XI pada tahun 1931.
Kerinduan
terbesar dari para martir kudus ini adalah agar orang lain mengenal
cinta kasih serta persahabatan dengan Yesus. Suatu ketika St. Isaac
Jogues menyatakan tekadnya untuk mewartakan Injil dengan berkata, “Aku
hendak melakukan apa pun yang dikehendaki Tuhan, meskipun itu harus
dibayar dengan seribu nyawa.”
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar