Ambrosius
menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya. Ia juga
melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan. Berhadapan
dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berhasil
meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya. Di lain
waktu, Kaisar Theodosius datang dari timur. Kaisar ingin menyelamatkan
Italia dari para musuh penyerang. Ia mendorong semua pejabatnya untuk
menaruh hormat pada Uskup Milan. Namun demikian, ketika kaisar melakukan
suatu dosa berat, Ambrosius tidak segan-segan menentangnya. Ia bahkan
memerintahkan agar Kaisar Theodosius melakukan penitensi umum. Kaisar
tidak menjadi gusar dan marah. Ia sadar bhawa Ambrosius benar. Dengan
rendah hati kaisar melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya.
Ambrosius telah menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada seorang pun,
meskipun ia seorang penguasa, yang lebih tinggi kedudukannya daripada
gereja.
Rakyat
khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat.
Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk
berdoa agar dikarunia umur panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak
berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk
hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita
mempunyai Tuan yang baik.” Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung
pada tahun 397.
Pada hari ini, luangkan waktu untuk merenungkan kata-kata Ambrosius: “Kristus adalah segala-galanya bagi kita.”
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
0 komentar:
Posting Komentar