St
Leo hidup pada abad kesembilan. Ia dilahirkan sebagai seorang Romawi
dan melewatkan masa hidupnya di kota Roma. Leo dididik dalam Biara
Benediktin dekat Basilika St Petrus. Ia ditahbiskan menjadi imam dan
melaksanakan karya pelayanannya di Basilika St Yohanes Lateran yang
besar dan terkenal. Leo dikenal baik dan dikasihi oleh dua paus
pendahulunya, yakni Paus Gregorius IV yang wafat pada tahun 844 dan Paus
Sergius II yang wafat pada tahun 847. Wafat Paus Sergius II membawa
dampak langsung pada Leo. Desas-desus akan serbuan bangsa barbar Saracen
menggentarkan bangsa Romawi. Mereka tak hendak ditinggalkan tanpa paus.
Begitu pula para kardinal. Sebab itu, mereka segera memilih penerus
paus. Penerusnya ini kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Paus Leo IV.
Sebagai
paus, Leo memerintahkan agar tembok-tembok kota diperbaiki.
Tembok-tembok itu telah rusak tahun sebelumnya akibat serangan Saracen.
Ia memperindah gereja-gereja dan membawa banyak relikwi ke Roma. Ia
memulai suatu program pembaharuan bagi kaum klerus. Pada tahun 853 ia
mengadakan sinode yang dihadiri segenap imam Roma. Ia menetapkan
empatpuluh dua peraturan demi membantu para imam hidup dalam doa, lebih
tekun dan penuh sukacita. Beberapa uskup amat menyedihkan Paus Leo
dengan cara hidup mereka. Mereka menentang paus secara terbuka dan tak
hendak mengubah cara hidup mereka. Tak peduli betapa banyak ia dicemooh,
Paus Leo tetap bersikap adil, sabar dan rendah hati. Ia tak pernah
membiarkan masalah dan kesulitan mengusai dirinya. Leo tetap setia
mempersembahkan segenap waktu dan kekuatannya untuk Yesus dan
Gereja-Nya. Ia mencintai doa-doa liturgi yang indah dan mendorong
perkembangan nyanyian dan musik liturgis.
Umat
mencintai St Leo. Bahkan semasa hidupnya, ia dianggap sebagai seorang
pembuat mukjizat. Konon dialah yang menghentikan kobaran api dahsyat
yang melalap pojok Inggris di Roma. Paus Leo IV terus melayani Gereja
dengan penuh sukacita hingga akhir hayatnya pada tanggal 17 Juli 855.
“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13)
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar