Melihat
himpunan orang-orang malang itu yang berjubel, sakit serta menderita,
hati Petrus tergerak oleh belas kasihan. Ia bertekad untuk menolong
mereka serta mewartakan Kabar Sukacita kepada mereka. Begitu sebuah
kapal muatan tiba, Petrus akan segera pergi menyongsongnya dan menjumpai
ratusan budak yang sakit. Ia memberi mereka makanan serta obat-obatan.
Ia membaptis mereka yang sekarat serta membaptis bayi-bayi. Ia merawat
yang sakit. Sungguh suatu kerja keras sementara panas menyengat. Seorang
yang pernah satu kali menemani St. Petrus melakukan karyanya tidak
tahan menyaksikan pemandangan yang memilukan itu. Tetapi Petrus
melakukannya selama empat puluh tahun. Ia membaptis sekitar tiga ratus
ribu orang. Ia selalu berada di sana ketika kapal-kapal itu datang. Ia
mencurahkan perhatian serta kasih sayangnya kepada mereka yang
diperlakukan secara tidak adil oleh masyarakat.
Meskipun
majikan para budak itu berusaha mencegahnya, Pastor Claver tetap saja
mengajarkan iman kepada para budak belian itu. Suatu pekerjaan yang
lamban serta mengecilkan hati. Banyak orang mencelanya dengan mengatakan
bahwa segala yang ia lakukan itu hanya sia-sia belaka. Menurut mereka,
para budak itu tidak akan pernah memiliki iman. Tetapi St. Petrus
seorang yang amat sabar dan ia percaya bahwa Tuhan memberkati para budak
tersebut. Ia malahan juga pergi mengunjungi para budak itu setelah
mereka meninggalkan Cartagena. Pastor Claver tidak pernah lelah mendesak
majikan para budak itu untuk memperhatikan jiwa-jiwa para budak mereka
sementara mereka sendiri perlu menjadi umat Kristiani yang lebih baik.
Empat
tahun terakhir dalam hidupnya, Pastor Claver menderita sakit yang
demikian hebat hingga ia harus tinggal terus dalam kamarnya. Ia bahkan
tidak dapat merayakan Misa. Sebagian besar orang telah melupakannya,
tetapi Pastor Claver tidak pernah mengeluh. Kemudian, tiba-tiba saja,
pada saat wafatnya pada tanggal 8 September 1654, sekonyong-konyong
seluruh kota terjaga. Mereka segera sadar bahwa mereka telah kehilangan
seorang kudus. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi dilupakan. St.
Petrus Claver dinyatakan kudus pada tahun 1888 oleh Paus Leo XIII.
“Kita harus berbicara kepada mereka dengan tangan kita sebelum kita berusaha berbicara kepada mereka dengan bibir kita.”
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
0 komentar:
Posting Komentar