Ketika Uskup Agung Ravenna, Italia, wafat, Petrus ditunjuk oleh Paus St Leo Agung
untuk menggantikannya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 433. Sebagai
seorang imam dan uskup, St Petrus berkarya secara efektif. Ia berjuang
keras untuk menghapuskan kekafiran yang masih ada dalam keuskupannya. Ia
membantu umatnya bertumbuh dalam iman. St Petrus menjadi terkenal
sebagai seorang pengkhotbah. Sungguh, “Krisologus” artinya “perkataan
emas”. Namun demikian, semua khotbah ataupun homilinya singkat saja. Ia
khawatir para pendengarnya menjadi bosan. Di samping itu,
khotbah-khotbahnya pun bukanlah sesuatu yang luar biasa istimewa ataupun
indah. Namun, pesan-pesan yang disampaikannya jauh lebih berharga
daripada emas. Ia berkhotbah dengan semangat begitu rupa hingga mampu
menggugah hati para pendengar yang mendengarkannya dengan terpukau.
Dalam khotbah-khotbahnya, St Petrus mendesak setiap orang untuk menerima
Yesus sesering mungkin dalam Komuni Kudus. Ia ingin agar semua orang
menyadari bahwa Tubuh Tuhan haruslah menjadi santapan setiap hari bagi
jiwa. Uskup yang baik ini juga berjuang demi persatuan segenap anggota
Gereja Katolik. Ia berusaha mengatasi segala kebingungan yang ada dalam
umat tentang iman Katolik. Ia juga senantiasa mengusahakan damai. St
Petrus Krisologus wafat pada tanggal 2 Desember 450 di kota
kelahirannya, Imola, Italia. Oleh karena khotbah-khotbahnya yang
mengagumkan, yang begitu kaya akan pengajaran, pada tahun 1729 Paus
Benediktus XIII memaklumkan St Petrus sebagai Doktor Gereja.
Bagaimana aku dapat membina sikap mendengarkan sepenuh hati kepada orang yang rindu untuk didengarkan?
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”
0 komentar:
Posting Komentar