Kedua
orang rasul Yesus ini kita rayakan pestanya pada hari yang sama. St.
Simon disebut “orang Zelot (setia)” karena ia amat taat kepada hukum
Yahudi. Suatu ketika, Simon dipanggil oleh Yesus untuk menjadi
rasul-Nya. Simon menyerahkan jiwanya serta mengerahkan tenaganya untuk
mewartakan Injil. Bersama para rasul yang lain, Simon menerima karunia
Roh Kudus pada hari Pentakosta. Kemudian, menurut tradisi, ia pergi ke
Mesir untuk mewartakan iman. Selanjutnya, ia pergi ke Persia bersama
dengan rasul St. Yudas, dan keduanya wafat sebagai martir di sana.
St.
Yudas disebut juga Tadeus, artinya “si pemberani”. Yudas-lah yang
mengajukan kepada Kristus pertanyaan yang terkenal pada Perjamuan Malam
Terakhir. St. Yudas bertanya, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak
menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus,
"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan
mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama
dengan dia.”
St.
Yudas dikenal sebagai santo pelindung “perkara yang sulit atau hampir
tidak ada harapannya.” Umat beriman mohon bantuan doanya ketika
tampaknya hampir tidak ada harapan sama sekali atas persoalan mereka.
Seringkali Tuhan menjawab doa-doa mereka oleh karena bantuan doa rasul
yang terkasih ini.
St.
Simon dikenal sebagai “orang Zelot” dan St. Yudas Tadeus disebut “si
Pemberani”. Marilah kita berdoa mohon semangat perutusan dan cinta yang
menyala-nyala seperti mereka di dalam hati kita.
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar