Gertrude masuk sebuah biara di Saxony ketika ia masih amat muda. Di bawah bimbingan St. Mechtildis,
ia tumbuh menjadi seorang biarawati yang riang gembira dan kudus. Sr.
Gertrude seorang yang menyenangkan serta cerdas. Ia menguasai bahasa
Latin dengan amat baik. Sesungguhnya, pada mulanya ia kurang suka
belajar agama dan juga mata pelajaran yang lain. Tetapi, ketika ia
berusia duapuluh enam tahun, Yesus menampakkan diri kepadanya. Yesus
berkata bahwa mulai saat itu, Sr. Gertrude hanya akan berpikir tentang
mengasihi-Nya serta berusaha untuk hidup kudus. Sekarang, Sr. Gertrude
mulai belajar Kitab Suci dengat antusias. Pengetahuannya tentang agama
Katolik kita yang kudus menjadi semakin luas.
Yesus
menampakkan diri kepada St. Gertrude banyak kali. Tuhan menunjukkan
Hati-Nya yang Mahakudus. Dua kali Yesus mengijinkan St. Gertrude
mengistirahatkan kepalanya di Hati-Nya yang Mahakudus. Oleh karena
kasihnya yang amat besar kepada Yesus, Mempelai Ilahi-nya, St. Gertrude
berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya dan menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Ia percaya kepada Yesus dengan segenap hati dan
karenanya senantiasa dipenuhi rasa damai dan sukacita.
St.
Gertrude mempunyai devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Sakramen
Mahakudus. Ia senang sekali menerima Komuni Kudus sesering mungkin,
meskipun pada masa itu, hal demikian masih belum lazim. St. Gertrude
juga amat berdevosi kepada St. Yosef, bapa asuh Yesus. Ia menulis banyak
doa yang amat indah. Setelah menderita selama sepuluh tahun, akhirnya
suster yang kudus ini bersatu dengan Hati Yesus Yang Mahakudus, yang
menjadikan-Nya pengantinnya.
“Tuhan menunjukkan kesabaran tak terbatas dalam menghadapi mereka yang tidak sempurna.”
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar