Godfrey
hidup pada abad keduabelas. Ia mendapatkan pendidikan dari para
biarawan Mont-Saint-Quentin. Godfrey menjadi seorang imam biarawan. Ia
dipilih menjadi kepala biara di Champagne, Perancis. Biara itu mengalami
kemunduran; hanya enam biarawan saja yang masih tinggal. Para biarawan
menyukai Godfrey. Mereka tahu bahwa ia adalah seorang kudus. Mereka
percaya bahwa ia dapat membantu mereka untuk menemukan kembali sukacita
hidup yang mengurbankan diri. Sebentar saja, komunitas telah hidup
kembali dan calon-calon baru menggabungkan diri dengan mereka. Biara
Champagne menjadi pusat doa dan sukacita rohani.
Pada
akhirnya, abas mereka ditahbiskan sebagai uskup agung. Kepadanya
dipercayakan Keuskupan Rheims, Perancis yang terkenal. Godfrey merasa
sedih meninggalkan biara kecilnya. Meski demikian, ia tahu bahwa Tuhan
menghendakinya menjangkau orang-orang di Rheims juga. Ia tetap menjalani
hidup sebagai seorang biarawan yang bersahaja. Tempat tinggalnya
sederhana tetapi bersih. Makanannya sederhana. Terkadang, koki
menyiapkan makanan yang menurut Godfrey terlalu mewah. Maka ia akan
menunggu hingga koki selesai melaksanakan tugasnya. Kemudian ia
memanggil orang-orang miskin yang tinggal di sekitar sana. Diberikannya
makanan itu kepada mereka untuk dibawa pulang bagi keluarga mereka.
Uskup
Agung Godfrey menderita akibat aniaya dalam keuskupannya. Beberapa hal
yang terjadi sungguh keliru. Ketika Godfrey berusaha meluruskan mereka
yang terlibat, terkadang nasehat-nasehatnya dilawan dan ditentang.
Seorang bahkan berusaha membunuhnya. Itulah saat ketika Godfrey
bertanya-tanya apakah yang dilakukannya lebih mendatangkan celaka
daripada kebaikan. Tetapi orang-orang yang berkehendak baik menghargai
dan mengasihinya. Sebelum dapat mengundurkan diri, ia wafat. Itu terjadi
pada bulan November 1115.
Terkadang bahkan upaya-upaya terbaik kita dapat membangkitkan pertentangan dari orang lain. Di saat-saat itu, kita dapat menemukan kekuatan untuk terus maju seturut teladan Yesus, yang jejak langkahnya diikuti Godfrey dengan begitu setia
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar