25 Mei
|
Nama
asli paus kita ini adalah Hildebrand. Ia dilahirkan di Italia sekitar
tahun 1023. Pamannya seorang biarawan di Roma, Hildebrand pergi ke biara
di mana pamannya berada untuk memperoleh pendidikan. Kelak, Hildebrand
menjadi seorang biarawan Benediktin di Perancis. Tetapi, sebentar saja
di sana, ia sudah dipanggil kembali ke Roma. Di Roma ia diserahi
kedudukan yang amat penting di bawah beberapa paus hingga ia sendiri
akhirnya diangkat sebagai paus.
Selama
dua puluh lima tahun, ia menolak untuk dipilih. Tetapi, ketika Paus
Alexander II wafat, para kardinal telah bersepakat untuk memilih
Hildebrand sebagai paus yang baru. Dengan suara bulat mereka memutuskan:
“Hildebrand ditetapkan sebagai penerus St. Petrus!” “Mereka membawaku
ke tahta suci,” demikian ditulisnya kelak. “Protes-protesku tidak mereka
hiraukan. Kegentaran memenuhi hatiku dan kegelapan sepenuhnya
melingkupi aku.” Sebagai paus, Hildebrand memilih nama Gregorius VII.
Masa
itu sungguh merupakan masa gelap bagi Gereja Katolik. Para raja dan
kaisar ikut campur dalam urusan-urusan gereja. Mereka menetapkan
orang-orang yang mereka inginkan menjadi para uskup, kardinal dan bahkan
paus. Banyak dari antara mereka yang ditetapkan itu bukanlah
orang-orang yang baik. Mereka memberikan teladan yang buruk bagi umat.
Hal
pertama yang dilakukan St. Gregorius adalah melewatkan beberapa hari
lamanya dalam doa. Ia juga meminta yang lain untuk berdoa baginya. Ia
sadar bahwa tanpa doa tak ada sesuatu pun yang dapat diselesaikan dengan
baik bagi Tuhan. Sesudah itu, ia mulai bertindak dengan memperbaiki
pelayan-pelayan gereja. Ia juga mengambil langkah-langkah yang perlu
untuk menghindari campur tangan negara dalam masalah Gereja. Hal ini
amatlah sulit mengingat para penguasa semuanya menentang perubahan itu.
Namun demikian, beberapa di antara mereka mulai mau bekerjasama.
Seorang
penguasa, Kaisar Henri IV dari Jerman, menyebabkan Paus Gregorius
banyak menderita. Kaisar muda itu seorang berdosa dan amat rakus
terhadap harta. Ia tidak mau berhenti mencampuri urusan gereja. Ia
bahkan mengirimkan orang-orangnya untuk menangkap Bapa Suci. Tetapi,
penduduk Roma menyelamatkan paus dari penjara. Paus Gregorius
mengekskomunikasikan kaisar. Hal itu tidak menghentikan Henry IV. Ia
menetapkan pausnya sendiri. Tentu saja orang yang ditetapkannya itu
bukanlah paus sesungguhnya. Tetapi Henry berusaha meyakinkan rakyat
bahwa paus yang ditetapkannya itulah paus yang benar. Kemudian, sekali
lagi, kaisar mengirimkan pasukannya untuk menangkap paus. Bapa Suci
dipaksa meninggalkan Roma. St. Gregorius tiba dengan selamat di Salerno
di mana akhirnya ia wafat pada tahun 1085. Pesannya yang terakhir
adalah, “Aku cinta keadilan dan benci kejahatan. Oleh sebab itulah
sekarang aku mati dalam pengasingan.” Paus Gregorius VII dinyatakan
kudus oleh Paus Paulus V pada tahun 1606.
Paus Gregorius VII (Hildebrand) dikenal karena keberaniannya yang luar biasa. Ia berdiri tegak membela Yesus dan Gereja-Nya.
Kata
Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi
bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup.” (Yoh 14:5-6)
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

0 komentar:
Posting Komentar